5 Argumen Jose Mourinho Sewajarnya Pergi dari MU

5 Argumen Jose Mourinho Sewajarnya Pergi dari MU

5 Argumen Jose Mourinho Sewajarnya Pergi dari MU – Enggak ada yang sangsi terhadap talenta Jose Mourinho jadi juru tak-tik football. Dirinya mampu terbukti meraih kesuksesan dengan Porto, Chelsea, Inter serta Madrid.

Tetapi, kinerjanya di Manchester United selama ini masih enggak memukau. Mourinho mampu memenangkan Liga Europa serta Piala Liga pada kompetisi musim nya yang ke 1 tetapi itu masih enggak cukup untuk kesebelasan kayak Setan Merah.

Juru tak-tik berkewarganegaraan Portugal tersebut enggak mampu mempersembahkan gelar pada musim sebelumnya. Menyongsong kompetisi musim ke-3 nya di Old Trafford, United masih enggak tampak meyakinkan dengan Mourinho.

Kemungkinan besar United memang sewajarnya menimbang untuk mengganti Mourinho dengan juru tak-tik yang lain yang mampu menyodorkan trofi Premier League. Karenanya, kompetisi musim berikutnya mampu bertindak sebagai kompetisi musim terakhir Mourinho dengan United.

Berikut ini 5 argumen kok Jose Mourinho sewajarnya pergi dari Manchester United sebagaimana ditulis Sportkeeda.

Jor-joran – Mourinho telah mulai meluncurkan perang urat saraf pada kampanye musim ini dengan menyerang juru tak-tik Liverpool, Jurgen Klopp yang menjalankan gila-gilaan di jendela transfer musim panas. Liverpool memang merekrut sejumlah pemain dengan banderol expensive tapi Mourinho sendiri mampu mengucurkan 392, 55 juta £ untuk belanja superstar semenjak tahun 2016.

Di lain pihak, Liverpool mampu menghabiskan 411, lima juta £ tapi mereka jua memperoleh 289, 65 juta £ dari penjualan pesepakbola terlebih Philippe Countinho. Secara hitungan, Liverpool sekadar mengucurkan 121. 9 juta £ untuk belanja pesepakbola.

Di lain pihak, Manchester United sekadar dapat 85, 3 juta £ dari penjualan pesepakbola serta pengeluaran mereka jauh sedikit lebih tinggi yaitu sekitar 307, 25 juta £. Manchester United enggak memperoleh hasil dari investasi mereka hingga hal tersebut bertindak sebagai tanggung jawab dari juru tak-tik.

Pertumbuhan Bintang belia Terhambat – Dibawah Sir Alex Ferguson, Manchester United terkenal selalu memperbagus pemain-pemain dunia dari akademi atau pun yang didatangkan semenjak umur muda. Mourinho mempunyai riwayat yang jelek dengan pesepakbola akademi dan bintang belia di segala kesebelasan yang ditanganinya. Dirinya sedikit lebih kerap mengandalkan pesepakbola yang telah mapan serta telah memiliki pengalaman di klubnya.

Rashford, Martial, Darmian serta Luke Shaw di bangku cadangkan untuk pesepakbola yang sedikit lebih tua dan pertumbuhan mereka terhambat. Mereka ialah pesepakbola yang punya potensi untuk bertindak sebagai pesepakbola superstar serta harus dikasih kans bertanding rutin.

Sedikit Trofi – Jose Mourinho sering minta publik, para pemburu berita serta suporter untuk enggak meminta banyak pada kompetisi musim nya yang ke 1 serta berharap banyak di kompetisi musim ke-2. Hal tersebut memang dapat dilihat di kesebelasan sebelumnya. Tetapi, di Manchester United, Mourinho memenangkan Piala Liga serta Liga Europa pada 2016-17 dan hal tersebut ialah capaian positif tapi enggak mampu total pada kampanye musim 2017-18.

Mourinho enggak memenangkan apapun di kompetisi musim 2017-18, enggak mampu di segala kejuaraan walaupun sempat menjalankan belanja besar-besaran. Dirinya tampak kehabisan alibi serta mulai menyalahkan bintangnya.

Mourinho enggak 1 kali pun mempunyai catatan yang keren kala mengarungi kompetisi musim ke-3 di sebuah kesebelasan. Akibatnya terus menerus jelek serta dirinya disingkirkan. Mungkin saja Mourinho bernasib serupa pada kompetisi musim ke-3 nya di Old Trafford.

Enggak Ada Identitas – Jose Mourinho terkenal jadi juru tak-tik lantaran kehebatan rencana serta manajemen permainanya. Dirinya ialah juru tak-tik yang optimis akan vitalnya barisan center. Segala skuat didikannya sebelumnya mempunyai identitas. Mereka memainkan permainan counter-attack serta dominasi barisan central.

Di Manchester United, enggak terdapat gaya seperti itu. Bila menonton Manchester City didikan Josep Guardiola atau pun Liverpool besutan Jurgen Klopp atau pun sampai-sampai Arsenal pada masa Arsene Wenger, mereka memiliki rencana permainan serta gaya penampilan.

Di Manchester United, enggak terdapat gaya yang serupa dengan skuat Mourinho sebelumnya. Hal ini menjadikan pemain-pemain kebingungan serta berdampak pada hasil di rumput hijau.

Manajemen Pesepakbola – Mourinho memperlakukan pesepakbola sebagaimana Marcus Rashford serta Anthony Martial dengan enggak patut. Martial ialah satu diantara sejumlah prospek terpanas didalam football modern serta mempunyai segala talenta untuk bertindak sebagai primadona tetapi telah diperlakukan dengan jelek. Paul Pogba, yang akhir-akhir ini bertindak sebagai superstar Prancis di Piala Dunia pun sempat diperlakukan dengan jelek oleh Mourinho.

Lukaku jua melintasi Piala Dunia yang begitu keren, dan sampai-sampai gemilang jadi pemain yang beroperasi di posisi sayap tapi kesusahan di United. David De Gea lagi didekati oleh Real Madrid, dan bila mereka enggak mampu memperoleh Thibaut Courtois, Los Blancos bakalan berjuang memperoleh De Gea lagi. Bila De Gea hengkang, hal tersebut bakalan bertindak sebagai musibah untuk United.

Mourinho enggak mampu mengeluarkan talenta paling hebat dari bintang-bintangnya dan tampaknya dirinya telah kehilangan sihirnya.