5 Pesepakbola Besar yang Tidak Sempat Turun di Piala Dunia

5 Pesepakbola Besar yang Tidak Sempat Turun di Piala Dunia

5 Pesepakbola Besar yang Tidak Sempat Turun di Piala Dunia – Nyaris semua punggawa sepak bola memiliki impian berlaga di ajang sebesar Piala Dunia. Ajang antara negeri 4 tahunan ini dapat dikatakan menjadi daya tarik untuk punggawa di pelosok dunia.

Tapi, tak seluruh pesepakbola mempunyai peluang merumput di Piala Dunia. Mempunyai kemampuan super gak menjamin sorang punggawa dapat turun di sini. Dibawah ini 5 pesepakbola besar yg tak sempat berlaga di Piala Dunia sebagaimana menurut Sportskeeda.

Ryan Giggs (Wales) – Ryan Giggs boleh disebut jadi punggawa yang sangat berhasil di Premier League. Giggs buang-buang semua karir berlaganya di Manchester United & meraih 13 title Premier League, Dua gelar Liga Champions, Empat piala FA Cup serta seterusnya.

Tetapi, pesepakbola sayap lincah ini gak sempat menembus kompetisi internasional dg Wales. Wales terakhir x menembus Piala Dunia di th 1958, di mana mereka tertendang di perempat final dr sang jawara Brasil. Sepanjang 16 thn membantu Wales, dia tak sekalipun mengangkut negerinya menembus Piala Dunia & Euro.

Eric Cantona (Prancis) – Cantona mendapatkan debut internasional penuhnya ketika vs Jerman Bagian barat pd bln Agustus 1987 dri Henri Michel. Di bl September 1988, sehabis dibuang dr timnas, Cantona emosi serta mengatakan Michel sebagai ‘a bag of sh*t’ didalam wawancara di TV hingga menjadikannya dibekukan dri tim nasional Prancis.

Tapi, tidak lama selesai itu, Michel diberhentikan sehabis tak berhasil membawa Prancis tuk menembus Piala Dunia 1990. 4 th dan dibawah Gerard Houllier, Prancis kembali tidak sukses menembus Piala Dunia 1994 sehabis tumbang di dalam laga akhir kontra Bulgaria.

George Weah (Liberia) – Weah sempat merumput buat tim Prancis, Italia, & Inggris. Arsene Wenger merupakan seseorang pertama2 yng mendapat potensinya dr Eropa serta merekrutnya menuju Monaco di thn 1988. 4 th berselang, Weah hijrah menuju ke PSG di mana dirinya menjuarai tropi domestic pd thn 1994 dan jadi pencetak skor paling banyak di Liga Champions di kompetisi musim 1994-95.

Weah lalu hengkang menuju Milan pd th 1995 di mana dia buang-buang 4 kampanye musim yg gemilang dgn meraih 2 title Serie A. Terkenal luas oleh tidak sedikit orang menjadi salahsatu pesepakbola terbeken Afrika sepanjang masa, Weah terpilih jadi Punggawa Terbeken Dunia FIFA Th 1995 serta menjuarai Ballon d’Or maka tidak heran bila membuatnya jadi punggawa Afrika pertama-tama & satu-satunya yng mendapat penghargaan itu.

George Best (Irlandia Utara) – Walaupun Federasi Sepak bola Irlandia menggambarkannya menjadi pesepakbola terhebat yg sudah memakai kaos warnanya hijau alami Irlandia Sebelah utara, Best gak sempat bermain didalam ajang bola besar di dunia. Di waktu jayanya, Irlandia Bagian utara tak berhasil menembus Piala Dunia 1966, 1970 serta 1974. Saat Irlandia Sebelah utara kemudian menembus Piala Dunia di thn 1982, Best tak dipanggil oleh boss Billy Bingham.

Alfredo Di Stefano (Argentina & Spanyol) – Di kancah internasional, Di Stefano sempat membela 2 timnas yng tidak sama di dalam kariernya. Dia berlaga 6 x dg timnas Argentina, serta 31 sekarang dgn timnas Spanyol, membikin 23 goal.

Kompetisi Piala Dunia yang jadi kans awalnya ialah pd th 1950. Namun Argentina mengambil keputusan gak bermain hingga Di Stefano kehilangan peluang tuk merumput di Piala Dunia.

4 thn lalu, Argentina lagi-lagi memutuskan buat keluar di Piala Dunia 1954. Pd th 1956, sebab permohonan dri Real Madrid tuk menurunkan punggawa internasional, Di Stefano memperoleh kewarganegaraan Spanyol & mengerjakan debutnya buat timnas Spanyol di 30 Januari 1957 didalam partai friendly di Madrid, membuat tiga gol di dalam keunggulan 5-1. Tetapi, satu tahun berselang, Spanyol tidak sukses menembus Piala Dunia 1958.