Dibeli Murah, sembilan Alumni Serie A Ini Berhasil di Premier League

Dibeli Murah, sembilan Alumni Serie A Ini Berhasil di Premier League

Premier League dan Serie A terus disebut menjadi 2 turnamen paling baik di dalam dunia sepak bola. Transfer bintang di antara ke 2 turnamen itu kenyataannya jua lumayan kerap tercipta apalagi tersedia yang hingga menghancurkan rekor transfer. Kepindahan Paul Pogba seharga 89 juta Pounds dari Juventus menuju Manchester United di tahun 2016 masih segar di dalam ingatan dan terakhir kali merupakan Alisson dari AS Roma menuju Liverpool dengan banderol 67 juta Poundsterling.

Klub-klub, Inggris tersedia yang sukses mengerjakan transfer jitu dengan mendapat bintang bernilai miring di Italia. Walau direkrut dengan banderol murah, mereka bisa mendapat kejayaan di Premier League. Siapa sajakah mereka? Berikut ini lis nya menurut blogger prediksi bola.

Gianluca Vialli – Pada musim transfer pemain pada 1996, Chelsea merekrut pemain yang bakal membikin sejarah di tim. Salah satu diantaranya merupakan Gianluca Vialli yang datang di Stamford Bridge dengan cara free dari Juventus.

Dibawah pelatih Ruud Gullit, Vialli sulit berlaga dengan cara reguler di starting XI walau bisa memperlihatkan kualitas menyarangkan goal nya. Usai Gullit pindah di tahun 1998, Vialli mengakusisi peran player-manager dan jadi juru tak-tik paling muda yang sudah memenangkan turnamen UEFA.

Ia lantas gantung sepatu menjadi bintang aktif dan jadi pelatih sepenuhnya di Chelsea. Dan data livesore mencatat ia memenangkan Piala FA pada kampanye musim perdananya.

Marcel Desailly – Bintang internasional Prancis ini merupakan bintang perdana yang memenangkan 2 piala Liga Champions beruntun dengan tim yang lain. Usai memenangkan Piala Dunia bareng Prancis di tahun 1998, Desailly pergi dari AC Milan untuk menuju Chelsea dengan banderol sebesar empat, enam juta Poundsterling.

Desailly memperkuat Chelsea sepanjang 6 kampanye musim walau dia angkat kaki sebelum mereka mengerjakan transformasi besar-besaran dibawah Roman Abramovich.

Desailly cuma memenangkan 1 FA Cup di Chelsea tapi laporan prediksi bola mengatakan dia ikut jadi mentor untuk John Terry muda dan bakal diingat oleh para fans Chelsea menjadi satu dari sekian banyak bintang yang dahsyat.

Roberto Di Matteo – Roberto Di Matteo mengambil keputusan gabung Chelsea usai 3 tahun yang sukses bareng Lazio dengan banderol empat, 95 juta poundsterling di tahun 1996.

Pemain berposisi gelandang Italia ini lantas mendapat status menjadi legenda di tim dan menghantarkan The Blues memenangkan 6 piala mencakup FA Cup, Piala Winners serta Piala Super UEFA.

Di Matteo jua mengantarkan Chelsea mendapat kejayaan yang setingkat lebih besar usai mengangkat trofi Liga Champions perdana mereka di tahun 2012 menjadi juru tak-tik.

Edwin van der Sar – Penjaga gawang non-Italia perdana di Juventus, Edwin van der Sar sangat tersohor sebab waktunya di Old Trafford. Saat Juve mendaratkan Gianluigi Buffon di tahun 2001, tulisan ini mengatakan bintang Belanda ini mengerjakan debutnya di Premier League dengan tim naik kasta Fulham dengan banderol senilai tujuh juta pounds.

Van der Sar tampil di London barat sepanjang 4 tahun. Dia sukses mencuri atensi Sir Alex Ferguson dan mendatangkannya menuju Manchester United di tahun 2005.

Sisanya merupakan sejarah sebab Van der Sar jadi satu dari sekian banyak penjaga gawang paling baik yang sudah main di Premier League dengan memenangkan sepuluh piala bareng Setan Merah.

Philippe Coutinho – Philippe Coutinho mengawali kariernya di Eropa di Serie A bareng Inter Milan. Ia tidak berhasil menjadikan kesan di Italia dan lantas ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju Espanyol sebelum endingnya ditandatangani oleh Liverpool pada Januari 2013 seharga delapan, lima juta pounds.

Coutinho bisa dibuktikan jadi satu dari sekian banyak perekrutan paling baik di dalam bertahun-tahun terakhir usai menyarangkan 54 goal di dalam 5 tahun untuk Liverpool dan memiliki peran besar di dalam memulihkan status mereka menjadi satu dari sekian banyak kesebelasan paling baik di Eropa.

Walau membangun kombinasi yang dahsyat dengan Firmino, Salah serta Mane, Coutinho tak dapat menahan godaan untuk berlaga di Barca. Liverpool memperoleh keuntungan besar dari penjualan Coutinho yang bisa sampai 142 juta pounds.

Dan walau kehilangan sang pemain berposisi gelandang, catatan blog ini menyebutkan Liverpool sukses bisa sampai laga pamungkas Liga Champions.

Patrick Vieira – Vieira direkrut menuju Arsenal pada jaman pemerintahan Arsene Wenger. Harga transfer senilai tiga, lima juta pounds bisa dibuktikan jadi investasi yang baik bagi The Gunners sebab Vieira jadi salah satu bagian dari kejayaan tim.

Vieira memimpin sektor central satu dari sekian banyak kesebelasan paling baik sepanjang sejarah Premier League usai memenangkan 3 piala liga, 3 FA Cup serta 3 Community Shields. Ia jua jadi salah satu bagian dari Invincibles yang menuntaskan kampanye musim tanpa menelan kekalahan.

Vieira pergi dari Arsenal di tahun 2005 untuk gabung dengan Juventus. Keberangkatan Vieira adalah kehilangan besar bagi kesebelasan bimbingan Wenger sebab tidak berhasil mengangkat gelar sepanjang 2 dasawarsa.

Dennis Bergkamp – Satu dari sekian banyak bintang paling baik sepanjang sejarah Arsenal ini gabung dengan tim dari Inter dengan harga sekitar tujuh, lima juta pounds di tahun 1995. Walau menurut beberapa media dia sempat perlu waktu untuk adaptasi dengan sepak bola Inggris, Bergkamp lantas jadi legenda tim.

Teknik, visi dan kualitas finishingnya yang mengesankan sepanjang 11 kampanye musim bareng The Gunners merupakan awal dari masa kejayaan tim. Dia bisa menyarangkan 120 goal di seluruh ajang turnamen untuk Arsenal

Gianfranco Zola – Pelatih Chelsea, Ruud Gullit mendaratkan Gianfranco Zola dari Parma senilai empat, lima juta pounds di tahun 1996. Dia gabung dengan pendatang anyar Roberto Di Matteo serta Gianluca Vialli.

Zola lantas jadi satu dari sekian banyak bintang paling baik yang sudah menghiasi Stamford Bridge. Dia sukses membawa Chelsea mendapat 6 piala di dalam 7 kampanye musim mencakup Piala Winners dan 2 FA Cup.

Di tahun 2003, Zola ditunjuk menjadi bintang paling baik sepanjang sejarah Chelsea oleh para suporter dan memperoleh gelar kebangsawanan ataupun ‘Orde of the British Empire’ (OBE) di tahun 2004.

Thierry Henry – Usai sulit di Serie A bareng Juve, Thierry Henry direkrut oleh Arsenal dengan tarif sebesar 11 juta poundsterling. Ia reuni dengan mantan pelatihnya, Arsene Wenger yang menanganinya di AS Monaco.

Kampanye musim perdana Henry di Inggris tak tejadi sesuai strategi sebab sang ujung tombak sulit adaptasi dengan performa Premier League. Ia pada akhirnya bisa beradaptasi seiring berlalunya waktu dan pada penghujung kampanye musim debutnya sukses menyarangkan 26 goal di seluruh ajang turnamen.

Ujung tombak Prancis ini bakal diingat menjadi pencipta goal paling banyak Arsenal sepanjang masa usai mencatatkan 228 goal dari 377 performa di seluruh ajang turnamen dan mendapat Sepatu Emas 4 kali.