Federasi Dibebukan FIFA, Leader Sierra Leone Curhat

Keputusan FIFA buat membekukan federasi sepakbola Sierra Leone menjadikan semua penggawa kecewa. Salah satu diantaranya ialah leader timnas, Umaru Bangura, yang merasa insiden itu amat memberatkan dia sebagai pemain.

FIFA mengambil keputusan unutk menjatuhkan sanksi pada negeri yang ada di ujung barat Afrika itu. Hal itu terkait dengan dugaan korupsi dan campur tangan pihak ke 3 di dalam mengerjakan roda organisasi Sierra Leone Football Association (SLFA).

“Pihak yang sangat dirugikan melalui pembekuan itu ialah kami, semua penggawa. Itu tak baik buat karier kami menuju ke depannya. Tentu kami frustrasi dengan insiden seperti ini. Kami tengah ada pada pemusatan pelatihan saat mendengar hal itu,” jelasnya sebagaimana dilansir melalui BBC.

Langkah itu telah dijatuhkan otoritas paling tinggi sepakbola dunia tersebut semenjak awal Oktober. Sampai sekarang, sanksi tidak dicabut sampai seluruh urusan SLFA mulai dari administrasi serta sebagainya, bersih dari campur tangan pihak luar.

“Sanksi bakal dicabut saat SLFA serta jajaran petingginya seperti Ms Isha Johansen (presiden) serta s Christopher Kamara (sekjen), sudah mengonfirmasi jika seluruh urusan ada dibawah kendali mereka, ” tulis pernyataan FIFA di website resmi mereka.

Insiden serupa pun sudah dialami oleh sepakbola Indonesia beberapa tahun silam. Saat itu, organisasi yang ketika masih dipimpin Sepp Blatter itu membekukan PSSI serta semua aktifitas sepakbola sebab terdapat campur tangan melalui pemerintah.

Kasus itu bermula dari laporan Sierra Leone’s Anti Corruption Commission pada 2 petinggi SLFA itu. Situasi itu membikin Bangura dkk tak dapat berpartisipasi di dalam sisa kualifikasi Africa Cup of Nations yang sedang berlangsung buat melaju ke babak final musim depan.