Presiden Islandia Tolak Ruangan VIP di Laga Kontra Prancis

Presiden Islandia menolak untuk duduk di ruangan VIP kala awak negaranya bersua Perancis di babak perempat-final Piala ecu a Euro 2016, Senin (empat/ketujuh) nanti.

Gudni Johannesson telah lebih banyak moderen terpilih Menjadi presiden Islandia menolak rekomendasi untuk duduk dan menyaksikan negaranya berlaga di situs web telah sudah punya punya disediakan.

Johannesson berjanji mungkin duduk bersama rakyatnya di tribun penonton stabil supaya mungkin membagikan berharga lebih banyak severa severa kepada balita asuhan Lars Lagerback.

Seperti telah dikatakan Peter Shilton, berharga suporter Islandia dikenal sebagai sebagai-sebut membagikan teknik takut kepada peserta Inggris dan Johannesson seperti untuk memikirkan memikirkan kembali Menjadi komponen dari suport telah memekakan telinga itu.

“Untuk 1 factor sayyang pergi ke ruangan VIP dan meminum sampanye apabila sayyang mungkin bekerja factor itu di belahan di penuh dunia novel?” ujar Johannesson di CNN.

“tak. sayyang mungkin berada di tribun bersama para suporter dan memakai jersey Islandia kepunyaan sayyang.”

“Dan segala hormat kepada awak Perancis, seharusnya bahwmereka tak meremehkan fungsionalitas kita,” lanjutnya.

Pria berusia Forty Eight tahun ini lebih banyak moderen memenangi kampanye pemasaran kepresidenan di dupuluh 5 Juni kemarin dan mungkin masuk daerah kerja kepresidenan di Agustus nanti.

Uniknya, sejumlah hari Seusai dirinya terkandung terkandung dalam factor 1 secepat diperpanjang Bagaikan presiden termuda sepanjang sejarah maslalu Islandia, lektor kolase Islandia ini berada di Nice untuk menonton pertandingan babak keenam belas lebih banyak severa severa lebih banyak severa severa benar.

“benar benar Jenis mungkin berada di Nice dan mendukung awak dengan hasil final final telah benar keluar dari pintu stabil. Air mattetap sedih sayyang tercurah,” ungkapnya.

“transparan aja, untuk Islandia Bagaikan pedesaan, ini benar sarankan. itu menunjukan bahwa apabila kita membuat suatu motif, kerjakan, set bersatu dan punyai disiplin diri diri, final segalanya mungkin aja berlangsung.”

Saatini, Islandia tak Memiliki target 1 factor pun, Seusai lolos dari section grup dan mungkin mengambil komponen terkandung dalam dengan lepas dengan keluar tagihan.